MERENDA MIMPI
Kulalui hari hari dengan pasti walau terkadang seperti mengejar mimpi
Tersirat bayang dirimu yang selalu hadir di benak diri
Diantara mengejar resiko kehidupan dan dirimu yang bergantian timbul tenggelam
Kujalani walau berat hati namun kekuatan dalam diri meronta dan meronta lagi
Seperti kemarin masalah masalah yang muncul kuhadapi
Puluhan bahkan ratusan cacian yang terdengar sayup namun aku tahu pasti
Duri didalam tubuh ini terkadang menusuk walau tak sakit namun berdarah
Satu persatu kupatahkan duri duri yang menjadi halangan mimpi
Kudengar berita tentang dia yang sudah tak sendiri lagi
Terluka hati ini karena dia pujaan hati
Harus ku ikhlaskan karena memang aku bukanlah siapa siapanya
Ku harus berdiri tegak nenatap dunia tanpa bayangnya
Harapan dan asa akan kuperjuangkan tanpa adanya bebban dihati
Demi masa depan yang sudah menanti
Kuraih dan ku gapai mimpi meminta ridho illahi
Semoga nanti menjadi nyata bukan hanya hiasan mimpi
No comments:
Post a Comment