Riuh ramai terdengar namun sepi dalam hati tanpa bayangan
terdiam tidak berubah melangkah tidak berjalan
rasakan hati yang penuh asa tertekan
menanam buah dengan hasil yang telah dipinjamkan
masalah satu, dua, tiga dan seterusnya
merampas haknya sang rohani menembus batas dari asa
terpuruk dalam lembah yang tak tahu arah yang tercipta
hanya meratap meminta pada sang penguasa
berbaju baru dalam dunia baru
bersikap baru bersifat lama tanpa ada yang tahu
kembali ke masa kejayaan yang sempat sirna di masalalu
tapi.. apakah badai ini akan cepat berlalu
Pujaan hati tambatkan rasa dalam diri
Berikan janji suci yang berharap terjadi
Mengejar asa pasti dalam buaian mimpi
Tertinggal pergi menangis sendiri
Kubangkit berdiri melangkah pasti
Kubuang semua yang tertanam dalam hati
Meraih mimpi habiskan asa diri
Hadirkan mimpi yang tak mungkin terjadi