Diam..........
Diam..........
Diam..........
ku terdiam memandang lika liku kehidupan
Merenung, meratapi, bahkan terkadang berpikir meninggalkan kehidupan
semua sibuk dan bahkan tersibukan dengan ambisi
arus kehidupan membawa aku dalam ketiadaan
nurani menangis diantara tebing terjal tak terpatahkan
kuperhatikan si kaya dengan congkaknya bersikap
tak elaknya si miskinpun berjalan dengan congkaknya
hanya aku disini diam membisu tak tau kemana melangkah
hanya sirah Illahi menjadi petunjuk diri
melangkah selangkah demi selangkah
walau terkadang terhempas ke belakang
kembali harus ku meniti jalan yang kemarin
titian demi titian kulewati
sampaikah aku...
selamatkah aku..
hanya takdir yang kan menuntunku.
Puisi kehidupan, Harta, Tahta, Cinta, Duka dan Bahagia Tertuang dalam bahasa karya, sebuah asa dalam titik titik bait bait kata
afterads
Monday, 13 April 2009
Tuesday, 13 January 2009
Tangisan Duka
malam sunyi kian larut
di temani udara dingin dan embun pagi
ku basuh diriku dengan segala kekurangan
kutidurkan dunia dalam kesendirian
menatap hari yang selalu berubah
kuberlari ku dikejar
ku sembunyi tak sendiri
menanti sesuatu yang tak pasti
dalam mimpi tak bertepi
kuterluka dalam sendiri
menanti hari cerah kembali
kapankah kiranya Tuhan memberkati
izinkan hamba dalam ridhomu
di temani udara dingin dan embun pagi
ku basuh diriku dengan segala kekurangan
kutidurkan dunia dalam kesendirian
menatap hari yang selalu berubah
kuberlari ku dikejar
ku sembunyi tak sendiri
menanti sesuatu yang tak pasti
dalam mimpi tak bertepi
kuterluka dalam sendiri
menanti hari cerah kembali
kapankah kiranya Tuhan memberkati
izinkan hamba dalam ridhomu
Subscribe to:
Comments (Atom)